Lahir dan Berkembangnya Pergerakan Nasional

 Lahir dan Berkembangnya Pergerakan Nasional

Pergerakan Nasional adalah upaya bangsa Indonesia secara kolektif untuk mencapai kemerdekaan secara Nasional. Gerakan ini dimulai sejak awal abad ke 20 M. Adapun faktor Kebangkitan Nasional Indonesia adalah:

Internal:

1.      Penderitaan dan kesengsaraan rakyat yang bertambah

2.      Sifat penjajahan Belanda yang eksploitatif

3.      Kenangan kejayaan akan masa lalu nenek moyang bangsa Indonesia

4.      Munculnya golongan terpelajar

Eksternal:

1.      Munculnya paham Nasionalisme di berbagai belahan dunia, semisal di China dengan tokohnya dr. Sun Yat Sen, di India dengan tokohnya Mahatma Ghandi, di Filiphina dengan tokohnya Jose Rizal, di Mesir dengan tokohnya Sa’ad Zaghlulu Pasha, dan di Turki dengan tokohnya Mustafa Kemal At-Taturk.

2.      Berkembangnya paham self determination yang menekankan kemandirian sebuah bangsa.

3.      Kemenangan Jepang dalam perang melawan Rusia.

4.      Adanya perubahan politik dunia.

Corak Perlawanan terhadap Kolonial abad ke 20 M yakni perlawanan yang bersifat kolektif tidak lagi hanya berbasis kedaerahan dan dilakukan melalui organisasi.

1.      Dilakukan melalui organisasi

Ciri Organisasi Pergerakan Nasional:

1.      Dipimpin oleh kalangan terpelajar dan intelektual

2.      Memiliki visi menuju Indonesia merdeka

3.      Adanya semangat Nasionalisme

4.      Pemakaian bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia

5.      Perlawanan organisasi menggunakan saluran modern seperti mobilisasi massa dan pers

Corak Perlawanan:

Pada masa pergerakan Nasional terdapat dua corak perlawanan yakni bersifat kooperatif dan non kooperatif. Adapun perlawanan non kooperatif dianggap paling keras pertentangannya dengan penjajah karena di dalamnya tidak ada unsur kerja sama dengan pemerintah kolonial. Gerakan politiknya kadang-kadang dipahami cenderung lebih menonjol daripada kegiatan pendidikan, sosial dan kebudayaan. Adapun organisasi pergerakan Nasional yang bercorak kooperatif yakni: Budi Utomo, Muhammadiyah, PNI Pendidikan, Taman Siswa dan Parindra. Sementara yang bercorak non kooperatif yakni: Sarekat Dagang Islam, Indische Partij, PKI, PNI, dan Perhimpunan Indonesia.

Sekalipun saat itu perjuangan sudah bersifat Nasional tetapi muncul juga organisasi yang bersifat kedaerahan seperti:

1.      Perkumpulan Ambon

2.      Perkumpulan Minahasa

3.      Perkumpulan Timor

4.      Kaum Betawi

5.      Perserikatan Madura

6.      Perkumpulan Sumatera

7.      Sekar Rukun

8.      Berbagai organisasi Perempuan

Kongres Pemuda:

Dilaksanakan dua kali yakni tahun 1926 dan 1928. Adapun pada tahun 1928 dianggap sebagai puncak penyatuan visi misi pemuda di seluruh tanah air atas nama bangsa Indonesia yang melahirkan ikrar pemuda pada keputusan kongres tersebut yakni:

1.      Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.

2.      Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

3.      Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

 

DZIKIR & KEHAMPAAN

 When we understand quantum physics, at the atomic level, there is empty space between the nucleus and the electrons.  And... Our bodies are...